Kekayaan Bahasa di Tanah Papua

Januari 24, 2019 | Nora Ekawani

Bahasa adalah penanda penting yang membedakan manusia dan makhluk lainnya. Melalui bahasa, manusia mampu berkomunikasi, mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya dalam berbagai bentuknya. Maka bahasa, sebagai alat komunikasi antar manusia, menjadi hal penting dalam kehidupan. Bayangkan jika bahasa tidak ada, bukankah hidup kita akan menjadi sangat rumit?

Ferdinand De Saussure, seorang pemikir dari Perancis, menyatakan bahwa bahasa adalah ciri pembeda paling menonjol. Karena dengan bahasa, setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain. Maka, tidak heranlah bila di Indonesia, kita bisa menemukan begitu banyak bahasa. Hal ini lantaran Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa atau kelompok sosial tertentu. Oh ya, sebelum lebih jauh, perlu dijelaskan di sini bahwa Indonesia punya bahasa kesatuan yakni Bahasa Indonesia. Keragaman bahasa yang dimaksud di sini di dalam konteks bahasa daerah.

Peta Linguistik
foto: muturzikin.com

Seturut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan yang telah melakukan pemetaan bahasa sejak 1991 hingga kini, terdapat 652 bahasa dari 2.452 daerah pengamatan. Jika berdasarkan akumulasi persebaran bahasa daerah per provinsi, maka jumlahnya ada 733. Itu pun belum semua daerah di Indonesia dilakukan identifikasi; Wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat belum semuanya berhasil diidentifikasi. Dari data itu, terdapat 384 bahasa di Tanah Papua. Jelaslah bahwa, Tanah Papua adalah daerah yang paling banyak memiliki bahasa daerah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Itu berarti, Tanah Papua—terdiri dari Provinsi Papua dan Papua Barat—menyumbang lebih dari separuhnya.

Pulau Papua memang tanah yang kaya dengan budaya. Pulau seluas 786.000 km² ini terbagi dalam dua wilayah negara; DI bagian timurnya adalah negara Papua Nugini sedangkan bagian baratnya adalah Indonesia. Ada dua provinsi yang ada di wilayah Indonesia itu yakni Papua Barat dan Papua. Papua Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua—Pulau tertimur di Indonesia. Ibukotanya adalah Kota Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat. Lantas, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, diubahlah namanya menjadi Papua Barat. Sedangkan Provinsi Papua—yang beribukotakan Kota Jayapura—adalah provinsi paling timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus, di Pulau Papua.

Berikut ini adalah beberapa contoh bahasa daerah yang ada di Provinsi Papua Barat dan Papua:

  1. Bahasa Aabinomin: dituturkan oleh etnik Aabinomin di Kampung Baso, Distrik Mamberamo Hulu, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.
  2. Bahasa Arandai; dituturkan di Kapung Botonik, Distrik Arandai, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
  3. Bahasa Biak; dituturkan oleah etnik Biak di Kampung Kajasbo, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
  4. Bahasa Fkour; dituturkan di Kampung Pair Putih, Distrik Fokour, Kabupaten Sorong, Papua Barat.
  5. Bahasa Koiwai; dituturkan di Kampung Anda Air, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
  6. Bahasa Korowai Karuwage (Korowage); diturukan oleh masyarakat Karuwage, Distrik Firiwage, Kabupaten Boven Digoel, Papua.
  7. Bahasa Maraw; dituturkan etnik Wondeu di Kampung Webi, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Yapen, Papua.
  8. Bahasa Mpur; dituturkan di Kampung Kebar, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
  9. Bahasa Ndarame; dituturkan oleh etnik Agumatum di Kampung Wowi, Distrik Seredela, Kabupaten Yahukimo, Papua.
  10. Bahasa Wardo; dituturkan di Kampung Boni, Distrik Warwarbomi, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
  11. Bahasa Yamas; dituturkan oleh masyarakat Kampung Yamas, Distrik Joerat, Kabupaten Asmat, Papua.

 

Selain 11 bahasa daerah itu, sebagaimana sudah dikatakan di atas, masih banyak lagi bahasa daerah yang ada di Tanah Papua. Sayangnya, masih menurut penelitian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, eksistensi beberapa bahasa daerah mulai terancam karena penuturnya semakin sedikit. Tak terkecuali bahasa daerah di Tanah Papua. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, jika mengacu pada jumlah 652 bahasa daerah yang sudah diidentifikasi dan dipetakan, baru 71 bahasa yang dihidupkan kembali atau direvitalisasi sejak 2011 hingga 2017.

Masyarakat Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
foto: adatindonesia.com

Badan Bahasa juga sudah mengklasifikasikan beberapa status bahasa daerah. Hasilnya adalah sebanyak 19 bahasa masuk kategori aman, 16 bahasa stabil, 2 bahasa mengalami kemunduran, 19 bahasa terancam punah, 4 bahasa kritis, dan 11 bahasa telah punah. Bahasa yang sudah punah itu berasal dari Maluku dan Papua. Dari Maluku terdapat bahasa Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua dan Nila. Sedangkan dari Papua terdapat dua bahasa yaitu Tandia dan Mawes. Sementara bahasa yang kritis adalah bahasa daerah Reta dari NTT, Saponi dari Papua, dan Ibo serta Meher dari Maluku. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menargetkan semua bahasa daerah akan berhasil diidentifikasi di tahun 2019. Semoga target ini tercapai dan untuk mendukungnya, semua warga Indonesia mesti mencintai bahasa daerahnya masing-masing.

Nora Ekawani
Penulis, Lulusan Arkeologi UI,Pengamat Budaya, Pencinta Wastra
Tags : badan pengembangan dan pembinaan bahasa, bahasa, bahasa daerah, budaya, keragaman, papua
Notice: Tema tanpa comments.php sudah ditinggalkan sejak versi 3.0.0 tanpa tersedia alternatifnya. Harap sertakan templat comments.php dalam tema Anda. in /home/diversit/public_html/id_id/wp-includes/functions.php on line 3984

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommendation


Notice: Use of undefined constant post_date - assumed 'post_date' in /home/diversit/public_html/id_id/wp-content/themes/diversity/single.php on line 64

Majalah Indonesiana

Siasat Para Leluhur: Rumah Tradisional Tahan Gempa

Debus Muda Milenial

Most Popular

Drama Cinta dari Tanah Bali

Diversity

Tarian Penyambutan Tamu: Jamuan Istimewa dalam Gerak dan Musik