Melihat Kehidupan Pertanian Kuno di Candi Borobudur

April 10, 2019 | Nalanda Pramatatya

Pertanian merupakan tulang punggung kehidupan ekonomi kerajaan-kerajaan kuno di Nusantarapada abad IVsampai dengan abad XVMasehi.  Posisisektor pertanianyang penting ini tidak hanya disebabkan oleh keunggulan teknologi berladang atau bersawah masyarakat masa lalu saja,namun berkaitan juga dengan banyak komponen kehidupanlainnya. Komponen-komponen tersebut antara lain faktor cuaca/iklim, ekologi, religi, dan juga pengaruh asing. Sejarah telah membuktikan bahwa,hasil pertanian yang baik dan melimpah adalah salah satu faktor pendukung masa keemasankerajaan-kerajaan tersebut. Berdasarkan penelitian atas prasasti serta naskah kuno, ditemukanlah bahwa, profesi petani di Pulau Jawa sangat terkait dengan proses historis dan perkembangan kebudayaan. Yang terakhir ini berkaitan erat juga dengan lingkungan dan alamPulau Jawa itu sendiri. Para peneliti prasasti-prasasti Jawa Kuna abad VII – XV Masehi menyebutkan bahwa, di dalam prasasti-prasasti tersebut banyak diinformasikan perihal unsur-unsur kehidupan pertanian, baik kumpulan alat-alat pertanian maupunmasyarakatnya yang berperan sebagai pekerja dan huluair.

 

Jika para pembaca berkesempatan mendatangi Candi Borobudur, perhatikanlah baik-baik. Di candi yang terletak di Magelang,Jawa Tengahdan merupakan candi Buddha terbesaritu, kita bisa menemukan informasi perihal pertanian di Jawa pada masa lalu. Hal ini merupakan fakta yang menarik. Kita tahu, Candi Borobudur pada awalnya punya fungsi keagamaan. Borodudur terdiri dari tiga bagian yang merefleksikan kosmologi alam semesta agama Buddha. Dengan demikian, candi ini sebenarnya menunjukkansimbol tertinggi dari agama Buddha dan sekaligus sebagai replika alam semesta. Pembagian ini berdasarkan konsep Buddha Mahayana di mana, pada ketiga bagian dunia tersebut,sang Buddha memanifestasikan dirinya dalam berbagai bentuk yang disebut dengan Trikaya.Secara harafiah berarti tiga badan. Dengan demikian, keberadaan informasi perihal pertanian di sana menunjukkan bahwa, pertanian pun masuk atau dipengaruhi juga oleh unsur kepercayaan.

 

Candi adalah bangunandari masa lalu denganarsitektur yang unik dan menyimpan banyak misteri kehidupan. Dibalik kemisteriusannya itu,terdapat makna yang dapat dipetik. Arca-arca, ornamen-ornamen, relief-relief, serta cerita-cerita rakyat berupa mitos dan legenda yang dikenal oleh masyarakat sekitar candimerupakan hal-hal penting yang perlu digali.Berbagai peristiwa, cerita rakyat atau pun ajaran-ajaran agama pada zaman itu dapat dilihat pada relief candi. Keberadaan sistem pertanian kuno ini juga dikuatkan oleh bukti-bukti arkeologis yang ada. Hal yang sama juga dapat kita temui di relief-relief candi di wilayah Jawa Timur. Banyak ditemukan di sana relief-relief yang menggambarkan desa yang dikelilingiareal persawahan.

Didukung naskah-naskah Jawa Kuna dan berita Cina, pengamatan melalui relief candidapat memberikan gambaran mengenai peran berbagai jenis tanamandi dalam keseharian masyarakat Jawa Kuna pada abad XIVM. Berbagai jenis tanaman pada masa itumemiliki manfaat dan khasiat yang masih dapat dirasakan hingga kini. Salah satu relief di Borobudur yang jelas menggambarkan hal itu adalah Relief Karmawibhangga.

Relief ini menceritakanperilaku dan unsur sosialmasyarakat pada saat itu. Relief ini sebenarnya mengacu pada teks Mahakarmavibhanga.Namun,tak sepenuhnya akurat. Hanya beberapa panil saja yang mengikuti naskah. Diduga,naskah yang menjadi rujukan para pemahat adalah versi ringkas dari Mahakarmavibhanga dan oleh karena itu terdapat adegan-adegan yang diambil dari kisah sehari-hari.Berikut adalah foto bagian dari relief tersebut:

Pada fotorelief di atas, tampaklah seorang petani sedang membajak sawah. Tangan kirinya memegang tangkai bajak yang ditarik sepasang kerbau/sapi dan tangan kanannya memegang kayu untuk menghalau kedua ternak tersebut. Selain relief tersebut, ada juga relief yang menggambarkan penduduk desa sedang memanen padi di sawah. Relief ini membuktikan bahwa,di sekitar Candi Borobudur terdapat kelompok masyarakat yang hidup dari pertanian atau sawah. Pertanian dengan sistem sawah irigasi ini makin lama terus berkembang sesuai dengan perkembangan zamandan terus ada hingga kini.

Pada panil No. 65 dari Relief Karmawibhangga terlihat pula sebuah bangunan kecil dengan dua orang petani dan seekor anjing penjaga di bawah bangunan kecil tersebut.

Di sampingnya, kita bisa melihat gambaran tanaman padi yang diserang hama tikus. Di sebelah kanannya, tampak beberapa orang tengah berada di sebuah bangunan. Pada bagian bawahnya terdapat peti-peti yang kemungkinan besar berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Tempat penyimpanan makanan seperti terlihat pada relief tersebut sudah dikenal pada masyarakat Jawa kuno. Pada lantai atasnya, terlihat seseorangdengan beberapa abdinya.

Pengetahuan perihal tanaman-tanaman yang bermanfaat kala itu pun bisa kita lihat di salah satu relief di Candi Borobudur. Setidaknya padi, jagung, pisang, nangka, dan buah-buahanlainnya berhasil diabadikan oleh relief itu.

Relief Candi Borobudur masih banyak menyimpan misteri kehidupan pertanian Jawa kuno.Namun, dari beberapa relief yang sudah bisa dibaca, tampaklah bahwa, masyarakat Jawa sudah mengenal sistem pertanian, terutama persawahan, sejak zaman dahulu. Apa yang digambarkan oleh beberapa relief yang disebutkan di sini sesungguhnya tidak terlalu asing dengan kehidupan kita saat ini, terkhusus soal pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa, pertanian terus dibutuhkan, terus merupakan kebutuhan utama manusia. Peradabanboleh terus berkembang. Namun pertanian sebagai tumpuan kebutuhan hidup manusia tidaklah berubah. Setidaknya hingga hari ini.

 

Sumber

  1. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bkborobudur/relief-membajak-sawah-di-candi-borobudur/
  2. https://historia.id/kuno/articles/bertani-zaman-kuno-P7xgj
  3. http://djuliantosusantio.blogspot.com/2009/01/kearifan-lingkungan-ada-di-cabdi.html
  4. http://lib.konservasiborobudur.org/index.php?p=show_detail&id=350&keywords=
  5. http://mediaindonesia.com/read/detail/199986-lipi-bukukan-aneka-flora-di-relief-borobudur
  6. Wiwit Kasiyati,S.S. Dkk. Jenis Tanaman Pangan Pada Relief Candi Borobudur. 2000.
  7. Ninie Soesanti Yulianto. Dkk. Kerajaan Agraris: Perkembangan Pada Masa Hindu Budha di Jawa. 1996

 

Nalanda Pramatatya
Subdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Dirt Warisan dan Diplomasi Budaya.

Notice: Tema tanpa comments.php sudah ditinggalkan sejak versi 3.0.0 tanpa tersedia alternatifnya. Harap sertakan templat comments.php dalam tema Anda. in /home/diversit/public_html/id_id/wp-includes/functions.php on line 3984

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommendation


Notice: Use of undefined constant post_date - assumed 'post_date' in /home/diversit/public_html/id_id/wp-content/themes/diversity/single.php on line 64

Majalah Indonesiana

Siasat Para Leluhur: Rumah Tradisional Tahan Gempa

Debus Muda Milenial

Most Popular

Drama Cinta dari Tanah Bali

Diversity

Tarian Penyambutan Tamu: Jamuan Istimewa dalam Gerak dan Musik