Periri Sesamungan: Tari Perdamaian Dari Pulau Lombok

Maret 26, 2019 | Ahmad Gabriel

Pulau Lombok adalah sebuah pulau indah nan cantik di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang berbatasan dengan pulau Bali di sebelah barat dan pulau Sumbawa di sebelah timur. Luas pulau ini mencapai 5.435 km² dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa. Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram yang berfungsi sebagai ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia dengan Sasak sebagai suku asli pulau ini yang mayoritas beragama Islam. Lombok merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dengan berbagai objek wisata alam dan wisata budaya di antaranya kepulauan Gili, Gunung Rinjani dan pantai Senggigi.

Berawal dari adanya konflik antara suku Bali yang datang dan menetap di Lombok dengan masyarakat pribumi suku Sasak, konflik tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antar-etnis dan antar agama yang berulang-ulang dan menimbulkan perpecahan. Masyarakat menyadari bahwa konflik tersebut hanya menciptakan kerugian dan tidak menghasilkan apa-apa selain kehancuran. Masyarakat menyadari bahwa toleransi, saling menghormati dan menghargai yang dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dan membuat hidup menjadi damai. Terinspirasi dari tradisi lokal dalam memperbaiki hubungan, maka terciptalah tari Periri Sesamungan yang menggambarkan persaudaraan masyarakat Sasak dan Bali. Periri Sesamungan mempunyai arti memperbaiki hubungan dalam bahasa Lombok.

Tari Periri Sesamungan mengadopsi berbagai unsur tari tradisional Lombok. Mulai dari musik hingga estetika gerak tari yang ditampilkan. Namun pengaruh budaya Bali dalam tari ini tidak dapat dihindari, hal tersebut terlihat dari busana dan mahkota penari yang kental akan nuansa tradisional Bali. Busana tersebut kemudian dipadukan dengan kain tenun sasak berwarna cerah dan bermotif indah yang dikenakan di bagian bawah penari.

Tari Periri Sesamungan merupakan garapan kreasi yang khusus dipentaskan oleh perempuan. Tidak ada pakem yang mengatur jumlah penari, namun biasanya tarian ini dipentaskan oleh 8 orang perempuan. Lebih dari sebuah seni pertunjukkan, dalam tari Periri Sesamungan terdapat sebuah pesan luhur tentang perdamaian. Perdamaian tersebut akan terwujud dengan sikap saling menghormati dan bertoleransi akan perbedaan yang ada. Sebuah contoh yang mengagumkan dari Lombok untuk dunia!

Ahmad Gabriel
Penulis, desainer grafis, pencinta sastra dan budaya Indonesia, aktivis ormas pemuda, redaktur Majalah Indonesiana dan Diversity.id.
Tags : dalam tari Periri Sesamungan terdapat sebuah pesan luhur tentang perdamaian., Tari Periri Sesamungan merupakan garapan kreasi yang khusus dipentaskan oleh perempuan. Tidak ada pakem yang mengatur jumlah penari. Namun biasanya, tarian ini dipentaskan oleh 8 orang perempuan. Lebih dari sebuah seni pertunjukkan
Notice: Tema tanpa comments.php sudah ditinggalkan sejak versi 3.0.0 tanpa tersedia alternatifnya. Harap sertakan templat comments.php dalam tema Anda. in /home/diversit/public_html/id_id/wp-includes/functions.php on line 3984

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommendation


Notice: Use of undefined constant post_date - assumed 'post_date' in /home/diversit/public_html/id_id/wp-content/themes/diversity/single.php on line 64

Mari Menjadi Pelestari Warisan Dunia!

Bameti: Tradisi Masyarakat Pesisir Kepulauan Maluku

Saloi, Keranjang Khas Orang Matbat

Most Popular

Drama Cinta dari Tanah Bali

Diversity

Tarian Penyambutan Tamu: Jamuan Istimewa dalam Gerak dan Musik