Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia

Juli 7, 2019 | Administrator Diversity.id

Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto – untuk selanjutnya disebut Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Penetapan ini diumumkan pada gelaran Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia pada tanggal 6 Juli 2019 di Kota Baku, Azerbaijan, pukul 12.20 waktu setempat. Pertemuan komite ini diselenggarakan pada tanggal 30 Juni hingga 10 Juli 2019 dan merupakan acara rutin tahunan Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee) yang dimandatkan oleh Konvensi tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia ( ), atau yang secara singkat disebut sebagai Konvensi Warisan Dunia 1972.

Di tahun 2019 ini, terdapat total 36 situs yang dinominasikan untuk masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia, dan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto menjadi salah satunya. Di Sumatera Barat, tepatnya dikota Sawahlunto,yang berjarak 95 kilometer dari Kota Padang dan di Kota Padang serta beberapa wilayah di Sumatera Barat, masih berdiri kokoh sisa-sisa industri pertambangan batubara di era kolonialisme. Menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan kebudayaan di Sumatera Barat, Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto dianggap memenuhi kriteria internasional untuk diinskripsi menjadi warisan dunia.

Perjalanan TBBO Sawahlunto menjadi warisan dunia diprakarsai oleh masyarakat untuk melestarikan kota tambang Sawahlunto melalui penetapan visi Kota Sawahlunto “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya” pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2015, pengusulan Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto diterima menjadi bagian dari Daftar Sementara Warisan Dunia (Tentative List) UNESCO. Pengajuan usulan Kota Tambang Batubara Sawahlunto menjadi warisan dunia dengan nama Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto) dilaksanakan pada tahun 2018..Setelah melalui tahap evaluasi oleh Badan Penasehat ICOMOS dengan rekomendasi pengukuhan. Akhirnya, Kawasan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto ditetapkan sebagai Warisan Dunia Budaya.

Penetapan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai warisan dunia tersebut disaksikan oleh Duta Besar LBBP RI untuk Republik Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA didampingi oleh Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Prof. DR. Surya Rosa Putra, Walikota Sawahlunto, Deri Asta., SH,  Direktur Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si, beserta delegasi lainnya.

Hingga saat ini Indonesia telah memiliki total 9 Warisan Dunia. Lima pada kategori Warisan Budaya, yaitu Kompleks Candi Borobudur (1991), Kompleks Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana (2012), dan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (2019). Adapun pada kategori Warisan Alam terdapat empat warisan, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), dan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004)

 

 

 

 

Sumber : SIARAN PERS Penetapan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia pada 43rd Session of the World Heritage Committee.

 

Tags : Unesco, Warisan Dunia
Notice: Tema tanpa comments.php sudah ditinggalkan sejak versi 3.0.0 tanpa tersedia alternatifnya. Harap sertakan templat comments.php dalam tema Anda. in /home/diversit/public_html/id_id/wp-includes/functions.php on line 3984

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommendation


Notice: Use of undefined constant post_date - assumed 'post_date' in /home/diversit/public_html/id_id/wp-content/themes/diversity/single.php on line 64

Majalah Indonesiana

Siasat Para Leluhur: Rumah Tradisional Tahan Gempa

Debus Muda Milenial

Most Popular

Drama Cinta dari Tanah Bali

Diversity

Tarian Penyambutan Tamu: Jamuan Istimewa dalam Gerak dan Musik